BARRU – Villa Anreguru Butung di Desa Lasitae menjadi saksi civitas akademika Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Gazali Barru dalam merancang masa depan kampus. Selama dua hari, Sabtu hingga Ahad (24-25 Januari 2026), seluruh unit kerja berkumpul untuk melaksanakan Rapat Kerja (Raker) sekaligus penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Suasana Raker kali ini terasa cukup dinamis. Agenda utama bukan sekadar formalitas, melainkan evaluasi mendalam terhadap program kerja tahun 2025 dan pemaparan rencana untuk periode mendatang. Setiap unit kerja secara bergantian memaparkan usulannya, yang kemudian langsung “disisir” dan direviu oleh peserta lain.
Sesi reviu ini berlangsung cukup alot. Isu-isu penting dibahas tuntas, mulai dari hal strategis hingga detail anggaran kegiatan. Peserta raker benar-benar memperhatikan poin-poin seperti pembuatan RPS, modul, pengembangan media pembelajaran, hingga agenda pendukung lainnya yang dianggap mendesak.
Ketua STAI Al Gazali Barru, Dr. Muhaemin, S.Sy., M.Sos., dalam arahannya menekankan pentingnya standar kualitas dalam setiap program yang direncanakan.
“Kita harus sadar bahwa perguruan tinggi itu menawarkan produk jasa. Jadi, kualitas layanan dan akademis adalah kunci. Jangan sampai kita buat program tapi tidak ada dampak pada perbaikan mutu kita,” tegas Dr. Muhaemin. Beliau juga mengingatkan agar tim memaksimalkan pelayanan dalam penerimaan mahasiswa baru tahun ini.
Memasuki hari kedua, suasana semakin berbobot dengan kehadiran jajaran pimpinan Yayasan Perguruan Tinggi Al Gazali Barru serta Ketua Senat. Pembina Yayasan, H. Abdullah Rahim, memberikan apresiasi atas kerja keras para dosen dan staf struktural.
“Saya melihat semangat yang luar biasa dalam diskusi ini. Perencanaan yang matang adalah separuh dari keberhasilan. Yayasan akan terus mendukung langkah-langkah progresif demi kemajuan kampus kita,” ujar H. Abdullah Rahim.
Senada dengan itu, Ketua Yayasan, H. Makmun Badaruddin, turut memberikan masukan dan solusi atas beberapa kendala yang muncul selama diskusi. Beliau mendorong agar setiap unit berani melakukan inovasi.
“Zaman terus berubah, cara-cara lama harus kita perbarui. Jangan takut mencoba inovasi baru asalkan tujuannya untuk kebaikan lembaga dan mahasiswa,” pesan H. Makmun Badaruddin.
Kegiatan ini pun ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ketua Senat, H. Mustafa Hamid. Suasana penutupan terasa sangat syahdu dan sejuk, apalagi ditambah dengan pemandangan hamparan persawahan hijau yang indah dari arah Villa Anreguru Butung Resort, yang seolah memberi energi baru bagi seluruh peserta untuk kembali bekerja.
Tinggalkan Komentar